Senin, 13 April 2026

Pengukuhan Sanduk Bocil Kota Batu Pelestarian Seni Tradisional


Momen kebersamaan Sanduk Bocil Kota Batu

 KOTA BATU – Pelestarian seni tradisional Sanduk sangat bergantung pada anak muda. Melalui pembentukan pengurus Sanduk Bocil se-Kota Batu pada Minggu (12/4/2026), para seniman berkomitmen untuk menjaga seni ini agar tidak sirna akibat globalisasi dan kemajuan teknologi.


 Penetapan Sanduk sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) merupakan tanggung jawab besar bagi para seniman di Kota Batu untuk memastikan regenerasi tetap berjalan.


 Ketua Umum Sanduk Kota Batu, Katarina, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Dinas Pendidikan yang selama ini membantu dan memberi ruang bagi perkembangan seni ini di sekolah. Dukungan ini sangat penting untuk memastikan regenerasi penari Sanduk berlanjut.


 “Ke depan, kami berharap kerjasama antara seniman Sanduk dan lembaga pendidikan di Kota Batu semakin kuat,” kata Katarina.


 Tujuannya agar piagam WBTB yang telah diraih tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar hidup dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat, dari yang paling muda hingga dewasa.


 Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nur Hidayat, mengungkapkan bahwa menjaga budaya tidak sekedar melestarikan warisan masa lalu, tetapi juga menjaga identitas bangsa di era perubahan. Ia menekankan bahwa tanpa budaya yang kokoh, anak muda akan rentan terpengaruh oleh globalisasi.


 “Dinas Pendidikan berkeyakinan bahwa menanamkan unsur budaya di sekolah adalah langkah yang tepat untuk mencegah hilangnya warisan budaya,” jelas Alfi.


 Keberadaan Sanduk Bocil di Kota Batu membawa harapan baru dalam dunia pendidikan. Kelompok penari cilik ini menunjukkan bahwa seni tradisional masih relevan dan menarik bagi anak-anak sekolah.


 Sementara itu, Ketua Sanduk Bocil Kota Batu, Agus Mardianto, menyatakan bahwa pengembangan generasi muda ini adalah harapan besar bagi masa depan seni Sanduk. Ia berpendapat bahwa tanpa pelatihan yang baik, seni tidak akan berkembang seiring waktu.


 Bidang seni kini menghadapi tantangan besar karena dampak globalisasi dan kemajuan teknologi. Persaingan budaya, baik lokal maupun internasional, mengharuskan seniman untuk lebih proaktif dalam mengenalkan tradisi kepada generasi muda.


 “Kami sangat antusias mengelola Sanduk Bocil. Cara tercepat dan termudah untuk memajukan seni budaya adalah melalui anak-anak, terutama di sekolah,” ungkap Agus Mardianto yang juga terlibat dalam Karsa Budaya Nuswantara dan Padepokan Gunung Ukir.


 Regenerasi bukan sekadar usaha untuk melestarikan, tetapi juga syarat agar WBTB tetap bertahan dari penghapusan oleh kementerian terkait. Sebagai pelaku seni, komunitas Sanduk merasa bertanggung jawab untuk memajukan seni ini lewat generasi "bocil" agar tetap diakui oleh negara.


 Untuk memastikan hal itu berjalan baik, kepengurusan Sanduk Bocil se-Kota Batu melakukan kerjasama antar sektor yang meliputi:


 • Seniman Sanduk: Sebagai pelaku seni yang mempertahankan keaslian teknik dan tradisi.


 • Tenaga Pendidik: Guru-guru dari tingkat SD dan SMP di seluruh Kota Batu.


 “Kerjasama ini diharapkan bisa menciptakan sinergi yang kuat antara pelaku seni dan pengajar,” tutup Agus Mardianto.


Dengan dukungan dari Dinas Pendidikan yang memandang budaya sebagai fondasi identitas bangsa, Sanduk diharapkan menjadi dasar karakter bagi siswa menghadapi pengaruh negatif dari globalisasi.


Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lampung Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts